TIDAK AKAN MENJAUHKAN DIRI DARI ALLAH, MELAINKAN MEREKA YANG TELAH BUTA HATINYA.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
اَلْجْبُ كُلَّ اْلعَجْبِ مِـمَّنْ يَهْرَبُ مِِـمَّـا لَا اِنْفكَاكَ لَهُ عَنْـهُ وَيَطْلُبُ مَـالَا بَقَاءَ لَـهُ مَـعَـهُ فاِنَّهَـالَا تَعْـمٰى اْلاَصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى اْلقُلُوْبُ اْلَّتِىْ فِى اۤلصُّدُوْرِ .
Adalah sungguh mengherankan, apabila ada seseorang (makhluk) yang dengan sengaja menjauhkan diri dari penciptanya (kholiq), padahal sedikitpun ia tidak akan mampu melakukan apapun tanpa pertolongan dari sang Kholiq.
Kebanyakan, orang yang lari dari Allah sebagai Dzat Yang menciptakannya itu, adalah karena telah dibutakan mata hatinya oleh hawa nafsu, oleh syahwat dan juga oleh kemewahan dunia.
Sungguh merupakan kecelakaan besar, yang tidak juga celaka di dunia tetapi juga di akhirat, apabila ada diantara kita yang termasuk kedalam golongan orang yang menjauhkan diri tersebut.
Di samping itu masih ada beberapa hal lagi yang bisa mencelakakan diri kita, sebagaimana sabda Rasûlullâh ﷺ ,
Dalam haditsnya, yang artinya:
“Termasuk golongan bencana atau kecelakaan itu adalah empat macam hal, yaitu: kekerasan hati hingga enggan menerima kebenaran, kebekuan mata (sehingga tidak bisa melihat serta memikirkan apa-apa yang benar) tamak atau loba (pada kekayaan dunia) serta panjangnya angan-angan yakni menginginkan ini dan itu tetapi tidak disertai dengan usaha“.
Semoga kita semua bukanlah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang suka mencelakakan diri sendiri.
