Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
SUCIKAN HATI DARI BERBAGAI MACAM SIFAT YANG TERCELA.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



اُخْرَجْ مِنْ اَوْصَـافِ بَشَريِّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُنَاقصٍ لِعُبُدِيَّتِك لِتَكُوْنَ لِنِدَاءِاْلحَقِّ مُجِيْبًـاوَمِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيْبًـا.

"Keluarlah kamu dari sifat-sifat kemanusiaanmu yang buruk dari setiap sifat yang dapat merusak sifat kebudihanmu agar kamu berada untuk menyambut panggilan Dzat Yang Haq (Allah), dan dari kehadirat-Nya adalah lebih dekat."

Tidaklah dapat seseorang itu mendekatkan dirinya kepada Allah, melainkan dengan hati dan jiwa yang bersih lagi suci. Kalau hati dan jiwa seseorang itu sudah bersih dan suci, maka akan mudahlah baginya untuk berkomunikasi dengan-Nya, mengadukan segala persoalannya dan sekaligus memohon pertolongan-Nya.

Perlu diketahui sifat kemanusiaan yang berhubungan dengan agama itu ada dua macam, yaitu:

1. Bersifat lahir, yakni yang berupa gerakan-gerakan anggota badan atau yang biasa disebut dengan amal. Dan amal itu sendiri pun dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Amal yang sesuai dengan perintah (taat).

  • Amal yang menyimpang dari perintah (maksiat).


2. Bersifat batin, yakni yang berupa gerakan-gerakan hati atau disebut dengan janji. Janji ini juga dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Janji yang sesuai dengan hakikat, disebut ilmu dan iman.

  • Janji yang menyimpang dari hakikat, disebut munafik dan kebodohan.

Dari uraian di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya itu disebabkan karena adanya ilmu dan iman. Sedangkan kemaksiatan itu disebabkan karena adanya sifat nifaq dan hati yang bodoh.

🙏