Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
TAK ADA SATUPUN HIJAB YANG DAPAT MENGHALANGI ALLAH.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



اَلْحَقُّ لَيْسَ بِمَحْجُوْبٍ وَاِنَّمَا اْلمَحْوْبُ اَنْتَ عَنِ اَلنَّظَرِ اِلَيْهِ اِذْ لَوْ حَجَبَهُ شَىْءٌ لَسَتَرَهُ مَا حَجَبَهُ وَلَوْكَانَ لَهُ سَاتِرٌلَكَانَ لِوُجُوْدِهِ حَصِـرٌوَكُلُّ حَاصِرٍ لِشَىْءٍ فَهُوَلَهُ قَهِرٌ وَهُوَ اْلقَاهرُ فَوْوتَــ عِبَادِهِ .

"Dzat yang Haq (Allah) itu tidak terhijab (terdinding). Bahwasanya yang terhijab itu adalah kamu sendiri dari melihat kepada-Nya. Jikalau ada yang menghijabi Allah, berarti menutupi-Nya apa yang menghijabinya itu. Dan jikalau baginya ada sesuatu yang menutupi, berarti wujudnya Allah itu terkurung. Dan tiap-tiap yang mengurung sesuatu, maka baginya (yang mengurung itu) yang menguasai itu. Sedangkan Allah adalah Dzat Yang Menguasai seluruh hamba-hamba-Nya".

Berdasarkan Dzatiah-Nya sendiri, sebenarnya Allah itu tidak mempunyai penghalang (hijab) yang menghalangi pandangan mata hati ke hadirat-Nya.

Namun karena di dalam hati manusia itu sendiri terdapat banyak sekali kotoran-kotoran dan berbagai macam penyakit yang menyebabkan hati terseret arus bujukan hawa nafsu, maka terhalanglah pandangan mata hati manusia tersebut oleh keadaan hatinya sendiri.

Dalam Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 110 telah disebutkan, bahwasanya Allah berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا.

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 110).

Dengan firman Allah tersebut maka jelaslah bagi kita, bahwa untuk dapat berjumpa dengan Allah, maka kita harus terlebih dahulu membersihkan hati ini dari kotoran-kotoran dan berbagai macam penyakit hati sebagaimana yang sudah disebutkan di atas tadi.

🙏