45. DASAR BAGI ORANG YANG HENDAK MENGHADAP KEPADA ALLAH.

”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
لَاَ تْتُركِ اۤلذِكْرَ لِعَدَمِ ُحُضُوْرِِكَ مَعَ اۤللّٰهِ فِيْهِ لِاَنَّ غَفْلَتَكَ عَنْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ اَثَتُ مِنْ غَفْلَتِكَ فِيْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ فَعَسٰى اَنْ يَرْفَعَكَ مِنْ ذِكْرِ مَعٍَ وُجُوْدِ عملة إلى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حًضُوْرٍ وَمِنْ ذِِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حُضُوْرٍ إِلٰى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ غَيَبْةٍ عَمَّا سِوٰى اْْلمَذْكُوْرِ وَمَاذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ .
"Janganlah kau tinggalkan dzikir disebabkan karena hatimu tidak hadir bersama-sama Allah di dalam dzikir. Sesungguhnya kelalaian mu kepada Allah tanpa adanya dzikir itu sangat berbahaya, dari pada kelalaianmu kepada Allah masih adanya dzikir kepada-Nya. Semoga Allah mengangkatmu dari dzikir yang disertai kelalaian menuju pada dzikir yang disertai dengan kesadaran (ingat kepada Allah), dan dari dzikir yang disertai kesadaran menuju pada dzikir yang disertai kehadiran hati kepada-Nya, dan dari dzikir yang diser tai kehadiran hati kepada-Nya menuju kepada dzikir yang disertai adanya keghoiban dari selain yang telah disebut. Dan yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah".
Dengan demikian, kalau kita mau menjaga diri agar tidak melanggar ketentuan-ketentuan Allah dan selalu memperhatikan dan melaksanakan
perintah-perintah-Nya, maka Allah pun akan menjaga diri kita dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kita. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang tersebut dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 152.
"Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) padamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku".
Juga dalam Surat Al-Ahzaab, Allah memerintahkan kepada orang orang yang beriman untuk berdzikir (menyebut nama Allah) dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.
Selain itu, sehubungan dengan hal ini Allah juga berfirman dalam Hadits Qudsi, yang artinya:
"Aku (Allah) selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya ketika ia berdzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalam jiwanya, maka Aku pun mengingat di dalam Dzat-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di tempat ramai Aku pun mengingatnya di tempat ramai yang lebih baik daripadanya Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku pun akan mendekat ke padanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Al pun mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat".
Dengan mengingat kepada Allah, maka secara otomatis hati kita pun akan menjadi ingat bahwa suatu saat kita akan menghadap kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita. Dalam hal mengingat mati ini Rasulullah S.A.W. pernah bersabda, yang artinya:
"Orang cerdik ialah yang terbanyak ingatannya terhadap kematian terbaik persiapannya untuk menghadapi (kematian) itu. Merekalah orang-orang yang pergi meninggalkan dunia dengan membawa kemulian dunia serta mendapat kenikmatan di akhirat".
