APA YANG ADA DALAM HATI, AKAN TAMPAK DARI RAUT WAJAH.
”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
مَـااسْتَوْدَعَ فِى غَيْرِالسَّرَاـءِرِ ظَهَرَ فِىْ شَهَادَةِ آلظَّوَا هَِرِ حُسْنُ اَدَبِ الظَّا هَِرِ عِنْوَانُ حُسْنِ اَدَبِ اْلبَـاطِنِ.
Artinya: ”Apa yang tersembunyi kegaiban bermacam bentuk manusia pasti tampak jelas pada anggota lahir”.
Raut wajah, adalah ibarat cermin bagi pribadi seseorang, seseorang yang dalam hatinya tersimpan sifat penuh kasih sayang, welas asih dan sabar, maka pada raut wajahnya akan terpancar sifat-sifat tersebut. Begitu pula kalau dalam hati seseorang tersimpan sifat kejam, pemarah dan bengis, maka wajahnya juga akan memancar sifat-sifat tersebut.
Jadi dengan demikian, seseorang tidak bisa menyembunyikan sifat-sifat asli dari dalam hatinya dengan cara bertopeng dibalik raut wajahnya tersebut, sebagaimana pernah diucapkan oleh Abu Jatah ra. : ”Kebaikan adab lahir itu sebagai pertanda kebaikan adab batin”.
Juga dalam sebuah hadits,dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW melihat seseorang memainkan jenggotnya ketika shalat. Maka beliau bersabda:
عَنْ أَبيِ هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ رَأَى رَجُلاً يَبْعَثُ بِلِحْيَتِهِ فيِ الصَّلاَةِ فَقَالَ : لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ
"Seandainya hatinya khusyu' maka khusyu' pula anggota badannya. (HR. At-Tirmizy)
Surah Al Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
