Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
ALLAH MEMBERI PETUNJUK MELALUI DUA JALAN.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

شَتَّانَ بَيْنَ مَنْ يَسْتَدِكُ بِهِ اَوْيَسْتَدِكُ عَلَيْهِ اْلمُسْتَدِلُّ بِهِ عَرَفَ الْحَقَّ لِاهَـــلِهِ فَاَشْبَتَ اْلاَمْرَ مِنْ وُجُوْدِ اَصْلِهِ وَاْلاِسْتِدْلاَلُ عَلَيْهِ مِنْ عَدَمِ اْلوُصُوْلِ اِلَيْهِ وَاِلَّافَمَتَى غَابَ حَتّٰى يُسْتَدَكَ عَلَيْهِ وَمَتَى بَعُدَ حَتّٰى تَكُوْنَ اْلاٰشَارُ هِيَ اْلَتِىْ تُوْصِـلُ اِلَيْهِ.

”Amat jauh bedanya antara orang yang berlandaskan bahwa adanya Allah itu menunjukkan adanya alam dan orang yang berlandaskan bahwa adanya alam ini menunjukkan adanya Allah. Adapun orang yang berlandaskan bahwa adanya Allah itu menunjukkan adanya alam, ini dia mengerti yang haq (wujud) ini adalah milik_Nya. Maka dari itu dia menetapkan suatu perkara yang baru itu daripada asalnya (yaitu yang menciptakan perkara baru). Sedangkan orang yang berlandaskan bahwa adanya alam ini menunjukkan adanya Allah itu disebabkan dia belum sampai kepada Allah. Kalau pun tidak demikian, maka kapankah Dia ghaib sehingga membutuhkan landasan guna mengetahui_Nya, dan kapan Dia itu jauh sehingga adanya sesuatu yang ada ini bisa menyampaikan kepada_Nya.”

Segala apa yang ada dan dimiliki manusia, tidaklah didapat secara langsung. Akan tetapi secara berangsur-angsur sesuai dengan keadaan dan kondisi dirinya. Seorang bayi yang baru lahir, ia tak akan begitu saja bisa melihat, mendengar dan sebagainya. Kemudian secara berangsur-angsur Allah memberikan kekuatan dan kemampuan pada dirinya untuk melakukan sesuatu.

Hal yang demikian itu merupakan nikmat yang begitu besar yang harus kita syukuri, sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam Al Qur'an surat an-Nahl ayat 78:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ.

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Karena pada dasarnya tidak manusia yang dilahirkan dalam keadaan pandai, maka manusia diharuskan untuk banyak belajar. Dan dari sini kita bisa melihat perbedaan antara orang tahu dengan orang yang tidak tahu.

Dengan melihat dari perbedaan itulah, maka manusia dapat dibagi menjadi dua firqoh atau golongan, yakni:

  1. Golongan orang- yang dengan kehendak Allah-dapat mengenal Tuhannya secara langsung tanpa melalui tanda atau benda-benda wujud dalam alam ini.

  2. Golongan orang yang dalam mengenal Allah dengan melalui tanda-tanda kekuasaan_Nya, yakni yang berupa benda-benda wujud di alam ini.

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa Allah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya melalui dua cara, yakni:

  1. Allah langsung memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki tanpa melalui perantara.

  2. Allah memberikan petunjuk dengan melalui perantara benda-benda ciptaan_Nya.

🙏