NIAT ADALAH FAKTOR TERPENTING DALAM BERAMAL.

”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
وَانْظُرُ اِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَيَلَّمَ: وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَ تُهُ اِللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ فَهجْرَتُهُ اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ. وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَ تُهُ اِلَى اْلدُّنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِامْرَأَةٍ يَتَذَوَّ جُهَا فَهجْرَتُهُ اِلٰى مَا هَاجَرَ اِلَيْهِ فَافْْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ اۤلــصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَتَأَمَّـلْ هٰذَا اْلاَمْرَ اِنْ كُنْتَ ذَافَهْمٍ.
”Dan ingatlah sabda Rasulullah ﷺ. ”Barangsiapa yang hijrahnya menuju (keridhaan) Allâh dan Rasul-Nya. Maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allâh dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia (harta dan kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujuinya. Oleh karena itu fahamkan sabda Rasulullah ﷺ dan renungkanlah perkara ini jika kamu orang mempunyai kefahaman”.
Niat adalah merupakan faktor yang sangat menentukan diterima atau tidaknya suatu amal. Walau kelihatannya amal seseorang itu baik, namun karena di balik itu tersembunyi maksud lain yang bukan karena Allâh, maka jelas amal tersebut tertolak.
Di dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, disitu diterangkan bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan bertanya:
Ya Rasulullah, ada seorang laki-laki yang berperang dengan gagah berani, berperang karena marah dan berperang karena riya'. Di antara ketiga macam perang tersebut yang manakah yang termasuk katagori Sabilillah?
Di jawab oleh Rasulullah: ”Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allâh (agama), itulah yang dinamakan Sabilillah.
Menurut hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, diterangkan bahwa seandainya ada dua orang yang saling berbunuh-bunuhan, kemudian salah satu di antaranya mati terbunuh, maka kedua-duanya akan masuk kedalam neraka. Termasuk juga yang dibunuh. Sebab seandainya yang dibunuh itu tidak terbunuh, maka kalaulah dapat dia tentu membunuh lawannya tersebut.
Jadi dengan demikian, sebelum kita melakukan sesuatu, hendaknya kita tata terlebih dulu niat yang baik di dalam hati. Agar apa yang akan kita lakukan tersebut bernilai ibadah dan diterima di sisi-Nya.
