Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
HANYA ALLAH YANG DAPAT MENGHINDARKAN SESEORANG DARI BENCANA.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



لَا تَرْفَعَنَّ اِلٰى غَيْرِهِ حَاجَةٌ هُوَ مُوْرِدُ هَـا عَلَيْكَ فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرَهُ مَـاكَنَ هُوَلَهُ وَاضِعًا مَنْ لَا يَيْتَطِيْعُ اَنْ يَرْفَعَ حَاجةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يَسْتَطِيْعُ اَنْ يَكُوْنَ لَهَـا عَنْ غَيْرِهِ رَافِعًـا.

“Janganlah Sekali-kali mengangkat (menginginkan) suatu hajat kepada selain Allah. Padahal Dia-lah yang menyampaikan hajat kepadamu. Maka bagaimanakah selain Allah dapat menghilangkan sesuatu hajat yang telah diletakkannya? Orang tiada akan mampu menghilangkan sesuatu hajat dari dirimu sendiri, maka bagaimanakah dia menghilangkan hajat orang lain.“

Segera sesuatu yang terjadi dan menimpa diri manusia, ini adalah merupakan cobaan yang datangnya dari Allah. Dan oleh karena segala sesuatu itu datangnya dari Allah, maka hanya Allah pulalah yang dapat menyingkirkannya, sebagai sebagaimana firmaNya yang tersebut dalam al-quran surat Yunus ayat 102:

Allah SWT. berfirman:

وَاِ نْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَا شِفَ لَهٗۤ اِلَّا هُوَ ۚ وَاِ نْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآ دَّ لِفَضْلِهٖ ۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ ۗ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .

"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yunus: Ayat 107).

Oleh karena itu, apabila suatu saat kita mendapatkan musibah, maka hendaknya kita memohon pertolongan kepada Allah, karena hanya Dia-lah yang dapat menghindarkan hamba-hamba-Nya dari berbagai macam musibah atau bencana.

Sehubungan dengan hal ini, tersebut suatu riwayat, bahwa pada suatu hari Muhammad bin Husen bin Hamdan sedang duduk di beranda masjid bersama Yazid bin Harun. Kemudian tiba-tiba muncul seorang laki-laki asing yang lantas bertanya kepada Muhammad bin Husen tentang bagaimana caranya menghilangkan bencana yang telah lama dialaminya akan tetapi belum juga berakhir.

Setelah mendengarkan pengaduan dari orang asing tersebut, kemudian Muhammad bin Husen membacakan kepadanya sebuah kitab yang didalamnya tertulis firman Allah, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla berfirman : "Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, ketinggian kedudukan-Ku di atas arsy-Ku. Sungguh Aku putuskan harapan orang yang mengharap kepada selain Aku didalam kesukaran, padahal kesukaran itu ada dalam genggaman-Ku dan hanya Aku-lah yang dapat menyingkirkannya. Dan dia mengharap kepada selain Aku dan dia mengetuk pintu selain pintu-Ku padahal pintu-pintu itu tertutup, hanya pintu-Kulah yang terbuka bagi siapa saja yang mau berdo'a kepada-Ku. Siapakah yang pernah mengharap kepada-Ku untuk melepaskan kesukarannya lalu Aku kecewakan. Dan siapakah yang pernah menghadap kepada-Ku dengan membawa dosa yang besar, kemudian Aku putuskan harapannya? atau siapa yang mengetuk pintu-Ku lalu tidak Ku-bukakan? Sesungguhnya Aku telah mengadakan hubungan langsung antara Aku cita-cita dan semua harapan semua makhluk-Ku, lalu mengapa kamu bersandar selain Aku? Dan Aku telah menyediakan semua harapan hamba-Ku akan tetapi dia tidak rela dengan perlindungan-Ku. Dan Aku telah memenuhi langit-Ku dengan Malaikat yang tak bosan-bosan-Nya bertasbih kepada-Ku. Kemudian Aku perintahkan kepada Malaikat supaya tidak menutup pintu yang mendindingi antara Aku dengan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi mereka tidak percaya akan firman-Ku. Tidakkah mereka mengerti bahwa siapa saja yang ditimpa bencana yang Aku turunkan, tidak ada seorang pun yang dapat menyingkirkannya kecuali hanya Aku. Lalu mengapakah Aku melihat dia dengan semua angan-angan dan harapannya selalu berpaling dari pada-Ku. Mengapa dia tertipu oleh selain Aku?"



🙏