
إِنَّمَا أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدُ لِتَكُونَ بِهِ عَلَيْهِ وَارِدًا.
"Sesungguhnya Allah mendatangkan warid itu kepadamu agar kamu dengan warid itu menjadi orang yang menghadap dan masuk kehadirat-Nya (dengan hati yang ikhlas)".
Seseorang yang dalam hatinya terdapat warid (cahaya ilahi), maka akan mudah baginya untuk membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah). Selain itu juga akan timbul keyakinan dalam hatinya. bahwa yang haq itu semata-mata datangnya dari Allah, dan yang bathil itu datangnya dari selain Allah (toghut).
Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 60, yang artinya:
"(Apa yang telah Kami terangkan), itulah yang benar yang datangnya dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu".
Berbeda sekali dengan orang yang di dalam hatinya tidak dianugerahi Allah warid. Orang yang demikian ini tidak akan dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, sehingga ia tidak mempunyai pedoman dalam bertingkah laku.
