Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
ANTARA ORANG YANG MASIH BERJALAN MENUJU ALLAH (SALIK) DENGAN YANG SUDAH SAMPAI (WASIL).




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


اِهْتَدَى آلرَّاحِلُوْنَ اِلَيْهِ بِاَنْوَارِ جُهِ وَاْلوَاصِلُوْنَ لَهُمْ اَنْوَارُ اْلمُوَاجَهَةِ فــَا اْلاَوَّلُوْنَ لِلْاَنْوَارِ وَهٰؤُلَاِءِ اْلَاْنْوَارِ لَهُمْ لِاَنَّهُمْ لِلّٰهِ لَالِشَيْءٍ دُوْنَهُ .

”Telah mendapat petunjuk orang-orang berkendaraan menuju kepada Allah dengan cahaya pendekatannya, dan orang yang sampai kepada Allah, baginya dicurahkan cahaya pendekatan-Nya. Maka golongan pertama (yaitu orang-orang yang berkendaraan menuju kepada Allah). Menghendaki cahaya tersebut (agar ia bisa sampai kepada-Nya). Sedangkan orang-orang yang telah sampai kepada Allah, maka cahaya dari Allah itu telah tetap baginya, karena sesungguhnya mereka karena hanya karena Allah tidak karena sesuatu selain Allah.”

Seseorang yang sedang berjalan menuju kepada Allah (salik), hendaknya tekun beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Karena hanya dengan kendaraan ibadahnya itulah mereka akan sampai kepada Allah (wasil). Dan golongan wasil inilah golongan yang telah mencapai tingkat tertinggi yang disebut dengan tingkatan Haqqul Yaqin.

Dengan tingkatan yang sudah mencapai Haqqul Yaqin inilah golongan wasil dapat memahami tentang rahasia-rahasia ketuhanan dengan menggunakan mata batinnya tanpa melihat benda-benda wujud yang biasanya dilihat dengan menggunakan mata lahir.

Adapun orang yang dalam hatinya tidak mempunyai keinginan sedikit pun untuk menuju kepada-Nya, maka mereka itulah yang disebut sebagai golongan orang yang belum sempurna akalnya. Dan dalam hal ini Allah menyindir mereka ini sebagaimana tersebut dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 91, yang artinya : ”Katakanlah, Allah-lah (yang menurunkan kitab itu), kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan”.

🙏