TANAMKAN SIKAP IKHLAS DALAM BERAMAL.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِىْ اَرْضِ اْلخُمُوْلِــ فَــمَا نَبَتْ مِـمَّا لَمْ يُدْ فَنْ لَايُتِمَّ نَتَـاجُهُ.
”Tanamlah wujudmu (dirimu) di dalam bumi kerendahan, maka sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam itu tentu hasilnya tidak akan sempurna”.
Sebagaimana diterangkan pada bab terdahulu, bahwa setiap amal harus dengan ikhlas. Tanpa adanya keikhlasan, amal perbuatan seseorang bisa dikatakan riya'. Kalau sudah demikian, maka bukan pahala yang diperoleh, tetapi justru malah mendapat dosa.
Rasulullah Saw. pernah bersabda, bahwa diantara tujuh orang yang mendapat naungan di hari yang tiada naungan selain naungan_Nya adalah apabila seorang laki-laki bershodaqoh dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya.
Dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 264 Allah berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰى ۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَآءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ.
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 264)
Sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan Mu'adz bin Jabal menyebutkan, bahwa sedikit saja sifat riya' sudah cukup menjerumuskan seseorang ke dalam dosa syirik.
Karena itu hendaklah kita senantiasa berlindung kepada Allah dari mempunyai sifat riya'. Dalam sebuah riwayat yang lain dijelaskan, bahwa riya' itu ibarat api dalam sekam. Sedikit demi sedikit ia akan membakar dan menghanguskan amal perbuatan yang telah kita kerjakan.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]
