Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


HAL-HAL YANG MENJADI PERTANDA AKAN KEBESARAN ALLAH.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

مِـمَّـايَـدُلُّكَ عَلٰى وُجُوْدِ قَهْرِهِ سُبْحَانـَهُ وَتَعَـالٰى اَنْ حَجَـبَكَ عَنْهُ بـِمَـالَيْسَ بِمَـوْجُـوْدٍ مـَعـَهُ.

Artinya : ”Di antara tanda-tanda yang menunjukkan kepadamu akan adanya kekuasaan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Dia dapat menghalangi kamu dari melihat kepada_Nya dengan apa yang tidak wujud bersama_Nya.”

Adalah sudah menjadi kelemahan manusia, bahwa ia tidak mampu melihat sesuatu yang di luar kemampuannya. Kita tentu ingat kepada kisah Nabi Musa as. yang tersungkur pingsan begitu akan melihat Allah. Selama kita hidup di dunia, tak akan pernah bisa kita melihat_Nya walau hanya sekejap pun. Berbeda dengan sifat Allah, yang dengan kekuasaan_Nya bisa melihat di manapun kita berada. Dan tentang sifat Allah ini, tak ada sesuatu pun yang menyerupai sifat-sifat_Nya.

Perhatikan firman Allah dalam Al Qur'an surat Al Hadid ayat 3:

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ .

"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Hadid 57: Ayat 3)

Juga dalam Surat As-Syuuraa ayat 7 :

”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan_Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Kita dan segala apa yang ada di dunia ini kelak akan hancur dan binasa tanpa ada sesuatupun yang tersisa, kecuali hanya Allah semata yang kekal selama-lamanya. Hal ini sudah tegas tersebut dalam Al Qur'an Surat Ar Rokhman ayat 26-27 yang artinya :

”Semua yang ada di bumi ini akan hancur binasa. Dan tetap kekallah Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

Karena itu tidaklah pantas bagi orang-orang mukmin untuk tidak menghilangkan benda-benda yang akhirnya akan hancur binasa itu dari penglihatan mata hatinya sehingga tidak dapat mengenal Allah.

Seseorang yang belum mendapat petunjuk dari Allah mempunyai anggapan, bahwa benda-benda yang wujud di dunia ini ada dengan sendirinya tanpa harus ada yang mewujudkannya.

Berbeda dengan orang yang telah mendapatkan petunjuk. De adanya benda-benda yang wujud tersebut akan terbukalah mata hatinya untuk dapat mengenal Dzat yang mewujudkannya sehingga tergeraklah jiwanya untuk lebih mendekatkan diri kepada_Nya.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan juga sekaligus jawabannya untuk kita renungkan bersama :

  1. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah Yang menampakkan sesuatu.

  2. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah yang tampak jelas pada tiap sesuatu.

  3. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah yang terlihat sesuatu.

  4. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah yang tampak jelas pada tiap sesuatu.

  5. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah yang ada sebelum ada_Nya segala sesuatu.

  6. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah Dzat Yang tidak sesuatupun yang bersama_Nya.

  7. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah Dzat Yang tidak sesuatupun yang bersama_Nya.

  8. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah Dzat Yang Maha Dekat kepadamu dari segala sesuatu.

  9. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal andaikan tidak ada Allah, niscaya tidak akan ada sesuatu.

🙏

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS. Fussilat 41: Ayat 53)